Review Tas Pinggang Pirata Dari SS

Pirata merupakan nama dari tas pinggang keluaran merek lokal Seven Summits. Pirata mimin dapat dari belanja online, maklum rumah mimin dan toko outdoor sangat jauh dan malas sekali untuk pergi ke toko fisik outdoor jadi itu merupakan salah satu alternatifnya.
Tas Pinggang Pirata

Secara fisik mimin membeli tas pinggang tersebut berwarna agak biru, memang saya pilih warna sesuai yang ada di gambar. Setelah  4 hari, pesanan pun tiba memakai kurir JnT dari Jogja ke Bandung.

Dibuka paketnya, pengen cepat cepat lihat barangnya. Harus pakai gunting atau pisau segala saking rapinya bungkusan tersebut hhe.

Pirata ini memiliki 3 compartmen/wadah yaitu 2 compartmen di depan dan 1 compartmen di atas. Khusus di atas wadah tersebut tembus pandang lho, bahan dari jaring jadi sepertinya wadah ini cocoknya untuk benda yang bisa terlihat oleh atau dari luar. 

Mimin waktu itu gowes Bandung Indramayu mimin gunakan wadah jaring tersebut untuk uang recehan agar praktis saat membeli minuman maupun beli makanan. Mudah terlihat uang recehannya dari luar. 

Kompartmen yang di depan ada dua,  satu ukuran agak besar dan paling depan berukuran sedang. Saat mimin membuka restleting wadah ukuran sedang berasa normal saja tetapi yang ukuran besar saat menutup restleting, kadang-kadang tersendat karena menerobos kain yang menutupinya. Mimin akali saja bila ingin menutup restleting, bagian penutup restleting ukuran sedang mimin lipat ke atas dahulu biar tidak tersendat. Selesai menutup restleting tersebut lalu bahan penutup tersebut mimin kembalikan ke bawah. Memang fungsi penutup tersebut untuk menutupi restleting ukuran besar sob. 

Bagian belakang tas pinggang ini berbahan jaring-jaring, bila berkeringat jaring-jaring tersebut meminimalisir air keringat mengenai tas pinggang atau biar cepat kering dan juga agar tidak terlalu panas saat dipakai. Itu menurut mimin ya. Resletingnya terlihat indah karena ujung restleting dilapisi karet sehingga tangan kita bisa memegang erat tanpa takut licin.

Tali pada pinggang bahannya terlihat kokoh, pokoknya sesuai harga. Bisa ditarik panjang dan bisa dipendekkan tergantung pinggang kita ya. 

Harga tas pinggang pirata seven summits ini dibanderol seharga 55 ribu rupiah, murah bukan? Tas pinggang ini berbahan cordura dan ripstop. Pirata memiliki 3 kompartmen yang bisa dipakai untuk menaruh dompet dan domuken seperti passport, uang dll. 

Selama mimin pakai perdana. Perdana pakai saat gowes sepeda. Bila sobat berminat ingin beli tas tersebut recommeded kok, mimin hanya repiu sesuai yang mimin gunakan saat itu. Jadi mimin bukan salesnya merek tersebut ya hhe.

Oh iya, mimin saat gowes, mimin pakai tuh tas dengan diisi dompet, powerbank dan dokumen lainnya. Jangan ditiru bawa powerbank di tas pinggang ya, mimin melakukan itu karena terpaksa ditaruh di situ secara tidak ada tempat lagi hhe. 

Demikian repiu dari mimin semoga bermanfaat dan bila ada yang bertanya lagi silhkan bertanya di kolom komentar. See ya...

Pengalaman Pembayaran Mandiri Banking di Shopee

Mimin ingin bercerita tentang pengalaman mimin pertama kali beli di Shopee dan bayarnya pakai mandiri M-Banking. Mimin pertama-tama sudah memilih barang yang mimin kehendaki, lalu kita masukkan ke keranjang.

Pembayaran di Shopee bermacam-macam bank. Mimin punya rekening Bank Mandiri jadi mimin pilih pembayaran via Mandiri yang tersedia, pembayaran dengan transfer ke bank yang sama jadi tidak kena biaya administrasi. Bila sobat tidak punya rekening Mandiri jangan khawatir ya di shopee melayani pembayaran via BCA, BNI, BRI dan bank-bank lainnya. 

Waktu pembayaran, Mimin diarahkan ke via bank yang otomatis atau manual. Mimin langsung pilih otomatis saja, sedang kalau mau yang manual harus menyerahkan bukti transfer dari ATM. Mumpung punya M-banking maka mimin pilih yang otomatis. 

Berikut mimin membayar di Shopee via M-Banking Mandiri Otomatis. 

0. Bikin akun Shopee
1. Masukkan barang di keranjang
2. Proses pembayaran
    a. Mimin dapat kode berupa nomor dari pihak Shopee. ( salin ya kodenya, untuk ditempel nanti di m-banking)
    b. Masuk M-Banking Mandiri. Lalu log in. 



1. Pilih BAYAR
2. Pilih LAINNYA
3. Masukkan Kode Pembelian dari Shopee
4. Contoh memasukkan Kode pembelian lalu pilih <<Lanjut>>
5. Masukkan kode pin M-Banking lalu pilih <<OK>>
Transaksi via M Banking Berhasil!!! 

3. Cek di aplikasi Shopee dan tidak menunggu lama sampai berjam-jam pada waktu transaksi sukses tersebut langsung muncul notifikasi di Shopee "pembayaran telah dikonfirmasi". Cepat bukan? 
Pembayaran dikonfirmasi
4. Mimin tinggal menunggu barang terkirim ke rumah deh sambil melihat resi kita. 

Demikian cerita dari mimin kurang lebihnya mohon maaf ya sob. Terima kasih. 








Mengenal Tas Bladder X Rider

Tas seri X Rider merupakan tas Bladder seri dari merek Cozmeed. Merek asal Solo ini sudah tidak asing lagi di telinga sobat-sobat kan? Yang terkenal dengan tas keril dan keperluan outdoor lainnya.

Mimin mencoba ingin mereview tas tersebut. Kemarin-kemarin mimin membeli tas tersebut dari online seharga di bawah harga bandrol lho secara saya membeli ke orang yang memang sudah tidak membutuhkan lagi alias beli bekas tetapi masih bagus banget lho.

Berikut penampakan tas X Rider dari Cozmeed berwarna merah yang mimin beli. Kompartmen tas ada 2 saku. Kompartmen yang utama ada 2 restleting dan di dalamnya terdapat tempat water bladder/wadah air. Kompartemen kedua restleting vertikal bisa untuk diisi domuken dll.
Penampakan belakang
Penampakan depan
Penampakan dalam

Tali pengikat: ada tali ikat di dada dan tali ikat di pinggang. Bahan terlihat kokoh, maklum merek asal Solo ini kan tidak main-main bila membuat tas. Bagian belakang ada sirkulasi udara dan berbahan busa agar punggung kita tidak kegerahan dan mengurangi rasa sakit pada punggung.

Harga banderol tas X Rider yaitu IDR 175.000. Kualitas sesuai dengan harga. Bila membeli seken/bekas bisa mendapatkan 100-150ribu di online. Banyak tas bladder yang abal-abal seharga 100ribuan tentu murah tapi bahan pun pasti menyesuaikan harga. So bila hendak beli tas bladder yang berkualitas belilah yang bukan abal-abal, dengan  mengeluarkan uang sedikit agak mahal maka sobat akan mendapatkan barang dengan kualitas yang bagus juga atau akan lebih awet lho. Dan pastinya original dari merek aslinya.

Air bladder dijual terpisah sob. Sepertinya merek asal solo ini belum memproduksi air bladdernya, solusinya bisa beli dari merek lainnya seperti dari merek Consina, dhaulagiri atau Eiger dijamin kualitasnya okeh!

Tas Bladder ini difungsikan untuk hiking pastinya sob, lalu bersepeda, balap motor, dan kegiatan outdoor lainnya. Dari varian namanya sepertinya khusus untuk pemotor ya?  Nggak juga sih hhe bisa untuk yang lainnya kok pastinya. Tas ini akan mimin gunakan untuk bersepeda lho, nanti mimin akan bagi cerita bila sudah mimin gunakan saat ini masih dipajang di meja mimin, jadi tidak sabar ingin memakainya hhe.
Tampak belakang
Tampak samping
Tampak depan

Terima kasih perhatiannya Sobat-sobat, kurang lebihnya mohon maaf. Bila ada yang hendak menambahkan silahkan Soba diisi di kolom komentar.

Gowes Indramayu Bandung dan Sebaliknya

Pengalaman gowes sendirian dari Kecamatan Gantar Indramayu sampai Kec. Nagreg Kab. Bandung sungguh membawa perasaan istilah lainnya BaPer hehe. Kenapa baper coba? Begini ceritanya ya tahan napas dulu Sobat hhe.
Istirahat di gubuk tak berpenghuni

Selama perjalanan tersebut, admin mengalami pasang surut antara putus asa dan semangat, pokoknya berjarak tipis antara semangat dan putus asa. Belum sampai setengah perjalanan mimin sudah diberi tanjakan-tanjakan di daerah Paseh Sumedang. 

Selain tanjakan-tanjakan juga jalan tersebut berkelok-kelok, tepatnya dari kecamatan Nyalindung yang tepat dekat dengan Mesjid Besar Nyalindung, dari situ mulai start tanjakan. Mimin gak kuat nanjak, mimin tuntun sepeda saja dari bawah sampai ke atas, sesekali di naiki bila ada jalan sedikit agak menanjak dan selebihnya dituntun hmmm.

Mimin mengalami putus asa di sini. Mimin mendekat ke Pom bensin yang di sampingnya ada toko. Mimin beli snack dan air minum untuk mengisi perut kosong dan rasa haus. Mimin liat jalan berikutnya menanjak daripada putus asa lebih baik melipir ke toko tersebut dulu. Btw itu sebelum tanjakan Paseh kalau tidak salah.

Tanjakan berikutnya yang terberat kedua setelah tanjakan Paseh yaitu Cadas Pangeran, jalan yang di sampingnya jurang-jurang dan juga berkelok-kelok. Mimin mulai tuntun lagi sepeda dari awal jalan sampai ujung tanjakan Pangeran. Rasanya bagai mana?  Nikmati saja yang penting tidak kemalaman, cuma kalau dipikir-pikir jalan di depan pun masih belum betakhir tanjakan-tanjakan yang sudah siap menyapa mimin huhu.
Welcome Cadas Pangeran

Tanjakan berikutnya tanjakan di jalan Simpang Parakan muncang. Mimin kecapekan saat nanjak di awal, eh waktu mimin menengok ke sebelah kanan ada penjual Bakso plus mie ayam. Sambil menuntun sepeda mimin melipir ke kanan mendekati penjual tersebut. Mimin pesan mie ayam dan air jeruk hangat.
Mie ayam dan air jeruk

Selesai istirahat mimin siap gowes lagi eh ternyata waktu mimin jalan menanjak, mimin memaksakan tanjakan tersebut dengan menggowes akibatnya perut ngilu seperti keram begitu. Juga saat kaki mengayuh dan tidak kuat tanjakan, kaki mimin saat mendaratkan ke aspal sedikit keram. Waduh tidak jadi gowes lah kalau keram begini. Mimin tuntun saja sepeda sambil meringis sakit pada badan. Mimin tuntun sepeda sampai selesai rasa sakit di perut dan menggowes kembali saat ada jalan yang datar.

Selesai melewati jalan alternatif Simpang-Paramun alias parakan muncang. Mimin melewati jalur utama Bandung ke arah Tasik atau Garut. Mimin mendapati tanjakan yang lumayan panjang walau tidak seekstrim tanjakan Paseh.

Mimin start gowes jam 06.30 dan tiba di kampung halaman jam 16.00 lumayan 9 jam setengah perjalanan plus istirahat-istirahat kecil dan menuntun sepeda hihi.

Sesampai di rumah mimin pun mikir dua kali besoknya pengen naik umum saja tapi sepedanya kasian ditinggal. Akhirnya setelah mikir-mikir perjalan balik kan pasti banyak turunan-turunan yang telah mimin lewati. Sebelumnya musuh mimin tuh tanjakan-tanjakan dan bila sebaliknya jadi sahabat mimin nih tanjakan-tanjakan kemarin itu alias jadi turunan-turunan. Oke pokoknya mimin harus tidur dini dulu buat persiapan besok gowes lagi. Pantang hukumnya naik kendaraan dengan meninggalkan sepeda di rumah haha.

Alhamdulillah perjalanan balik banyak turunan-turunan sampai-sampai menyalip angkot yang sedang berhenti, iya angkot yang sedang menurunkan penumpang hhe. Jalur cadas pangeran yang berkelok kelok saya lewati dengan kecepatan 40km/jam lalu jalur Paseh mimin lewati dan juga berkelok-kelok dengan kecepatan yang sama, cuma banyak pengereman di area tersebut karena di depan banyak truk yang melaju pelan di turunan.

Sampai di Cijelag, mimin mampir di indo tuk beli minuman dan tidak lupa  ke toilet tuk menguras perut biar kosong. Perjalanan Cijelag Bantarhuni ini mimin merasakan kebosanan tinggi, jalan jalan yang didominasi hutan jati dan udara panas serta jalannya datar kadang sedikit agak nanjak dan sedikit agak turunan membuat mimin sangat bete, apalagi disalip motor-motor yang melaju kencang dan mobil-mobil yang melaju dengan membunyikan klakson membuat saya nambah bete hmmm tetapi! Lebih mending deh dari pada waktu perjalanan ke Bandungnya hhe.
Minum saat suhu panas dan lelah terasa nikmat dan segarrr

Mimin start dari rumah jam 08.00 dan tiba jam 16.00 juga lebih banyak istirahat pokonya hehe. Jadi mimin menghabiskan perjalanan selama 8 jam. Mimin banyak istirahat karena mimin yakin nanti bila sampai sudah aman dari balik kemalaman. 
Foto dulu di tengah hutan jati yang puanas sangat

Perjalanan yang paling enak ya dari Bandung ke arah Cirebon dari pada sebaliknya. Lain kali bila gowes lebih baik naik umum dulu saat ke Bandungnya dan baliknya gowes deh 😬

Demikian ceritanya sobat-sobat dan kurang lebihnya mohon maaf ya sobat-sobat. Salam Gowess wess. 

(16-17/09/2017)

Membeli Tas Air Consina Yang Elegan

Mencari-cari tas hydropack yang bisa untuk gowes atau bersepeda. Saya tidak tertarik merek-merek keluaran luar negeri, pastinya merek tersebut harganya pasti menguras kantong dalam-dalam. Selain buat bersepeda mimin pun ingin tas tersebut bisa buat hiking so ketemulah dengan produk buatan kang Dyson hydropack yang diperuntukkan untuk pelari gunung nama tas air itu bernama Mountain runners.
Tas Hydropack Mountain Runners
. Horeee...

Mimin beli di toko online, harga bandrolnya yaitu 600ribu rupiah, lumayan harganya melebihi tas keril yang saya punya hehe. Walau wadah kecil tetapi harganya lebih mahal dari keril saya yang wadahnya gede hhe.

Tas ini sudah termasuk water bladder dari merek consina juga, bladder ini bila beli dari toko sekitar 175ribu. Karena sudah termasuk water bladder alias included jadi mimin tidak usah beli lagi bladder. Horee

Walaupun harganya tidak murah tapi sepadan deh kualitasnya dengan merek luar negeri #menurut saya hhe. Bobotnya yang 0,7 kg lumayan kokoh saat dipakai. Sudah tidak sabar ingin saya pakai hmm.

Ouh iya, waterbladder yang satu ini saya baru tahu, biasanya bladder itu ada lubang penutup bulat, untuk isi air tinggal putar tutupnya tetapi bladder ini berbeda, saya pertama coba kesulitan, setelah lihat youtube akhirnya mimin bisa #prokk prokk. Caranya hanya tinggal di geser ke samping saja. Saya dapatkan tutorialnya dari youtube dengan merek Jerman. Waterbladdernya emang mirip sih, yang penting sudah tahu cara buka dan tutupnya hha.

Berikut penampakan dari Consina Mountain Runners yang saya coba pakai santai.

Terlihat dari depan
Terlihat dari belakang
Terlihat dari samping
Harga Mountain Runners
Included bladder Consina IDR 175rb

Membeli Tas Daypack Consina Namib

Selamat datang bulan September! Ahlan wa sahlan! Welcome September rain! Lho kok September rain hmmm.
Tampak depan

Kompartemen kedua
Kompartemen utama (kantung laptop 14")
Tampak dari belakang
Raincover

Postingan bulan september ini saya hendak posting tas sehari-hari dari Consina. Tas lama mimin yang lama sudah rusak akibat ketoledoran sendiri. Tali hipbelt atau tali di pinggang hancur saat mengendarai motor saat ke tampomas, gara-gara tas tersebut saya taruh di bawah bagian depan jok tanpa melipatkan tali-tali yang panjang yang terurai melambai-lambai ke bawah, sampai-sampai masuk ke rantai motor. Opss curhat segala hhe.

Mimin beli di toko online seharga 265 nett. Susah ditawar karena udah nett waduh, tapi untung toko onlinenya sedang promo 20% jadi ongkir tertutup alias gratis ongkir. Bila sobat ingin beli yang baru maka harganya hanya tiga ratusan plus lima ribu rupiah.

Ok lanjut ke topik saja ya. Tas baru saya walau belinya bekas di toko online hhe. Saya perkenalkan namanya si Namib dari produk lokal asal Bekasi. Saya ingin membahas kelebihan-kelebihan dan kekurangannya menurut mimin saja. So, bila ada yang menambahkan silahkan yo. 
Tampak saat dipakai
Tampak saat dipakai 
Tampak samping

Kelebihan:
- ada ruang untuk laptop ukuran 14" inch. Untuk yang di bawah 14 inch pastinya muat-muat saja
- tas daypack saja, jadi tidak ada tali-tali yang berseliweran seperti tas keril. Cocok untuk sekolah dan kerja.
- Sudah termasuk Raincover. (karena beli bekas raincover mimin ada sobeknya sedikit bekas pendahulu hiks)
- Kompartemen ada empat bagian. Kantung utama dengan jumlah restleting dua. Kantung kedua ada  dua restleting. Kantong ketiga sepasang dengan jimlah masing-masing satu restleting. Kemudian Saku kanan kiri berbahan karet melar elastis.
- saat pemakaian terasa enak dan bagian atas tas ini tidak kembung dan bagian atas tidak melebihi bagian bawah. Pola tas biasanya dari bawah ke atas mengerucut ya.

Kekurangan:

- Tas Namib di dalamnya terdapat kantong untung laptop 14", kantong tersebut terlihat kurang kokoh.
- Tidak memiliki kantong jaring yang memiliki restleting. Sangat disayangkan tidak ada kantong tersebut yang berfungsi untuk menaruh flasdisk atau kartu identitas, itu yang selalu saya gunakan dengan kantung jaring tersebut pada tas consina tagolu
- wadah/kantung lainnya tidak terlihat kantung untuk smartphone kalau untuk ballpoint sih ada. Dan tidak ada wadah dalam yang memakai restleting.
- tempelan merek produk hanya sablonan saja bukan bordir seperti pada tas pendahulu (tagolu) tapi sepertinya kuat tidak mudah mengelupas.
- Raincover bahannya kurang kokoh juga, cat pada RC mengelupas. (makanya beli baru!  Hehe)
- tidak ada gantungan untuk peluit dan tidak ada lubang H20. ( kalo ini mah asli buat kerja dan sekolah atuh, klo pengen ada ya beli yang daypack bisa untuk hiking seperti tagol*, dan daypack extraterrestria* 30l

Ok demikian repiu dari mimin ya. Bila ada yang lupa nanti mimin tambahkan. See ya!


Pengalaman Beli Sepeda Merek Giant di Bandung

Hallo sobat, saat ini mimin sedang ngidam main sepeda-sepedaan. Mimin tanya sana-sini tentang sepeda merek Giant. Saya tanya saja teman saya yang sudah membeli sepeda tersebut di Bandung. Kami memilih sepeda merek Giant, karena kualitas sepeda merek asal Taiwan ini sudah teruji handal dan ringan pula serta sudah terkenal di seluruh dunia. 
Giant Talon 27,5" 3 (2014)
Angan-angan saya saat itu, saya berharap mendapatkan sepeda Giant termurah karena melihat dari kantong sendiri yang tidak banyak-banyak amat. Sayangnya, saya termasuk pembeli terakhir dari teman-teman saya yang duluan membeli sepeda Giant termurah di Bandung 😱.

Sepeda termurah dari 4 juta sampai 8 juta yaitu Giant Revel, Rincon, ATX dan Talon. Revel di kisaran 4 jutaan, Rincon 5 jt, Atx 6 jt dan Talon 8 jutaan. Dari merek sepeda di atas yang termurah sudah habis terjual dan sisanya tinggal Talon harga 8 juta 😂. Harga sepeda di atas merupakan harga diskon dari toko yang kami hubungi, jadi bukan sebuah ukuran harga Giant yang sebenarnya ya sob.

Saya sebetulnya ingin membeli sepeda dengan budget 6 juta, secara di kantong tidak punya uang sampai 8 juta hhe. Karena sepeda 6 jt ke bawah telah habis maka saya menyerah saja dengan membeli Talon yang lebih mahal, tapi keuntungannya merek ini kan kualitasnya di atas teman-teman saya hehe. Lumayan ada gengsinya walau kantong kering 😬

Pertama, saya komunikasi dengan penjual sepeda di Bandung, orangnya lumayan ramah saat saya sms via wa dan pilihan terakhir yaitu sepeda Giant Talon 3 warna putih dengan diameter roda 27,5" dan gearnya 3/10 speed. Dan syukurnya kami mendapatkan diskon 25% dengan pembelian sepeda tersebut. Jadi saya merogoh kocek sebesar 8 juta kurang.  

Satu paket sepeda ini termasuk, lampu reflektor mata kucing/cat eye tapi tidak ada dudukannya, bel sepeda dan panduan buku Giant. Nah, ada gowesan bagian kanan ada aksesoris yang hilang sehingga terlihat dari samping kanan gowesannya bolong, nanti bila sempat saya cari sendiri aksesoris tersebut ke toko bila ada. 
Bagian pedal tidak dilengkapi aksesoris penutup lubang hmm

Pedal tidak sepaket dengan pembelian lho, jadi harus beli sendiri, tapi untungnya dengan negosiasi sedikit akhirnya dapat juga bonus pedal berwarna putih bening (pedal giant biasanya kan hitam), tidak apa-apalah yang penting pedalnya semoga kuat amin. Lalu dudukan lampu reflektornya tidak ada, jadi saya tidak berani berkendara sepeda di malam hari karena lampu reflektornya belum terpasang. 

Dengan harga 8 jutaan, Giant Talon, 3 27,5" keluaran tahun 2014 merupakan Talon terhandal dibanding Talon-Talon tahun lainnya #ahmasa.. (menurut saya biar senang sendiri hhe).

Sekarang mimin punya hobi baru, sehingga sekarang mimin perlu aksesoris penunjang hobi ini, biayanya luar biasa sob hehe. Sobat perlu helmet, dudukan botol air dan botolnya, tas sepeda dan water bladder, sarung tangan sepeda, buff, jersey sepeda, kacamata, dan aksesoris-aksesoris lainnya sob. Walau hobi ini mahal tetapi namanya hobi gimana gitu ya tetap hobi, kecuali bila sudah punya istri yang bisa menghentikan hobi tersebut, kecuali istrinya juga hobi gowes hmm. Pokoknya Mumpung belum ada yang melarang, maka puas-puasin saja ngegowesnya ya sob hhe

Oh iya sob, kalo nyari sepeda di Bandung banyak bangeud sob sampai pusing saya mau milih di mana itu sepeda, cuma kalo merek Giant hanya di toko-toko tertentu saja, bahkan ada yang menjual framenya saja selebihnya bisa ngerakit sendiri, tapi saya lebih suka membeli sepeda Giant yang fullbike yang kebih murah dari merakit sendiri.

Sepanjang jalan Ahmad Yani atau sekitar pasar kosambi Bandung banyak toko-toko sepeda mulai dari merek lokal sampai buatan taiwan dan Amerika. Saya sendiri membeli sepeda di atas menelusuri jalan Ahmad Yani dan akhirnya tiba di ujung Jalan tersebut dan menyeberang ke Jalan lengkong kecil, disini saya membeli sepeda giant dengan harga agak miring dari harga aslinya. Cuma sayang, sepeda yang dipesan tersebut limited alias terbatas bahkan sepeda Talon yang saya beli merupakan talon satu - satunya-tidak ada stok lagi, selebihnya harga di atas 10 juta ke atas yang ada di toko.

Jadi bila ingin beli sepeda merek yang saya beli dengan harga di atas harus kontak-kontakan dengan pemilik toko tersebut. Tapi jangan berharap banyak bila sudah dinyatakan habis oleh sang penjual sepeda tersebut. Tapi di toko lainnya di kosambi ada kok merek asal taiwan tersebut cuma harganya saja yang sedikit berbeda. Ini dialami oleh rekan saya yang sudah deal dengan DP cuma sayang Giant yang dia pesan sudah tidak ada, setelah di kontak cari alternatif lainnya ternyata ngambang entah kapan lagi ada. Teman saya akhirnya membeli sepeda di toko yang lainnya.

Demikian pengalaman dari admin semoga bermanfaat ya sob. Salam gowes!  Ssrrrrrrrr.......