Menelusuri Jalan Sanca Buahdua Dengan Sepeda

Libur akhir pekan mau kemana ya, pusing dengan segala tugas yang membuat pikiran ingin tenang sejenak. Gak mikir dulu masalah jodoh, gak usah mikirin pekerjaan yang belum kelar. Sudah gowes saja biar pikiran sedikit refresh lah.

Perjalanan ke Cikamurang sudah pernah. Lupakan jalan itu, cari yang belum pernah ditelusuri dengan sepeda. Nah, jalur sanca Bantarhuni-Buahdua, mantap tuh. Biar tidak bingung tujuannya ke mana, oke kita tetapkan final area di pemandian air panas Cileungsing, Sumedang. Jarak yang akan kita tempuh +- 30 km, jarak yang sama dengan menuju kota Subang, bedanya jalan di sini jalan yang sempit dan naik turun yang lumayan curam.

Start jam 7.30 sudah jalan dari point awal di Gantar. Tapi ada kendala di sana, nasi uduk melambai-lambai kepada kami. Kami mampir sejenak dan makan pagi sekalian sarapan pagi. Setengah jam berikutnya kami cabut dari warung untuk melanjutkan ke tujuan.

Masuk ke jalan arah buahdua, menyusuri kampung yang para penduduknya bermata pencaharian bercocok tanam. Di sepanjang jalan hilir mudik kendaraan truk dan motor-motor offroad yang bising dengan mesin entah 2 tak atau apalah.

Di awal penelusuran kami mendapati turunan yang curam, harus berhati-hati saat turunan, tidak boleh ngebut-slow saja karena di bawah ada tikungan dan takutnya dari arah berlawanan ada kendaraan juga. Setetelah itu tanjakan demi tanjakan menemani gowes kami. Sesaat berhenti setelah melewati tanjakan pertama. Nafas yang keras pada mulut kami. Sepertinya nasi uduknyang kami makan tadi belum dicerna sehingga membuat perut kami tidak nyaman. Kami beristirahat sejenak.

Serasa agak mendingan, kami langsung melanjutkan kembali. Kami lebih banyak beristirahat saat itu hampir 3-4 kali beristirahat. Lihat saja nanti bila kami kembali balik maka kami akan menikmati turunan-turunan yang sebelumnya merupakan tanjakan-tanjakan.

Sepanjang jalan, pohon-pohon jati yang menandakan bahwa jalan di sini berada di hutan. Banyak jalan yang longsong sebelah, hanya bisa dilewati oleh satu mobil. So antei bila ada kendaraan yang berada di kedua arah berlawanan. Kami terka bahwa jalan yang longsor berjumlah 5 longsoran.

Tiba di pertigaan, lega rasanya berada di desa Gendereh, buahdua Sumedang. Jalanan mulus tapi masih belum hilang tanjakan-tanjakannya. Tapi lebih mending jalan ini, sepanjang jalan ini mulus saja walau sempit. Sepanjang jalan rambutan yang merah-merah di pohon. Di sini penghasil rambutan sepertinya, sudah lupakanlah tujuan kami bukan makan buah rambutan.

Tiba di pertigaan di kec. Buahdua. Kami belok ke kiri melewati mesjid Buahdua. Suasana yang lembab membuat kami semangat terus mengayuh daripada cuaca terik yang membuat kami kehabisan cairan. Hore ada alfa, berhenti di sana tuk beli air minum dan snack.

Tiba di Pemandian air panas Cileungsi, pkl. 10.30. lega rasanya sudah sampai. Masuk dengan naik sepeda dan bayar 10ribu. Saat akan ke kolam eh ada karcis lagi, kami bayar 5rb untuk masuk.

Tadaaaa. Kami tiba di kolam yang penuh dengan pengunjung. Maklum hari libur, saat ini hari Ahad/Minggu. Lihat kolamnya minimalis sekali ada dua kolam yaitu untuk anak-anak dan dewasa. Dewasa kolam minimalis dan kedalamannya hanya seperut. Waduh kurang dalam dan kurang lebar. Di sini cocok buat berendam air panas saja, tidak cocok untuk berenang karena sempit.

Ngopi makanan dan setelah satu jam di sini, kami bersiap-siap kembali pulang. Kami ingin buru-buru menikmati tanjakan-tanjakan yang saat ini akan jadi turunan-turunan. Tiba di Gantar pkl. 14.30 wib. Kami menikmati mie ayam langganan kami dan menyeduh teh hangat yang membuat rasa lelah ini jadi fresh walau rasa pegal tidak hilang.

Pengalaman Transaksi E Cash di Tokopedia

Halo Sob baru saja kemarin belanja online melalui e cash, tetapi kalau kemaren pakai e cash mandiri di bukalapak. Nah, sekarang saya mencoba melakukan belanja online via Line pay e cash di tokopedia.

Apa sih bedanya pembayaran e cash mandiri dengan di Line pay e cash? 

Jawabannya sama saja tidak ada bedanya. Keduanya sama-sama meminta nomor telpon dan pin saat transaksi.

Bagaimana isi saldo/ top up di e cash mandiri dan di Line pay e cash? 

Kedua aplikasi tersebut bisa top up/isi saldo, terserah sobat mau top up di aplikasi e cash mandiri atau di aplikasi Line.

Bagaimana cara transaksi di Tokopedia dengan pembayaran di Line Pay e cash? 

Pembayaran di toped itu tidak harus masuk aplikasi mandiri e cash atau pun ke aplikasi Line Pay e cash. Di Toped atau e commerse lainnya hanya meminta no telpon dan pin yang terdaftar di Line Pay atau pun di Mandiri e cash.

Apakah nomor HP yang terdaftar di e cash harus ada saldonya?

Yup, betul sobat harus memiliki pulsa agar sms OTP nya terkirim ke ponsel sobat sebagai syarat transaksi akan sukses bila ada sms OTP dengan biaya Rp. 550/sms.

Berikut screenshot saya bertransaksi dengan menggunakan e cash di toped.

1. Isi saldo Line Pay sobat terlebih dahulu melalui mandiri online atau ATM ya
Masuk Line Pay


2. Masuk Aplikasi Toped abaikan aplikasi Line Pay. Masukkan barang yang di beli di keranjang. Lalu masuk ke pembayaran.
Bayar
Masukkan nomer e cash yang terdaftar lalu isi pin e cash, nanti mandiri mengirim kode OTP
Masukkan kode OTP
Sukses ya belanjanya
Berhasil Horeee

Aktifasi Mandiri Online Bisa Langsung Di Android

Selamat pagi Sob. Saya baru dapat ilham (baru ngeh padahal hhe) tentang aplikasi mobile mandiri yang terbaru. Yang saya tahu m banking Mandiri itu kan aplikasinya tidak bisa diunduh di playstore karena sudah tidak tersedia. Malah aplikasi terbaru dari mandiri adalah mandiri online alias aplikasi m banking terbaru yaitu Mandiri Online yang sudah tersedia di playstore.

Awalnya saya sudah punya aplikasi mobile banking mandiri, kata teman-teman aplikasi yang terbaru sudah tersedia. Kemudian, saya mengajak teman saya sekalian teman saya ingin mendaftar mandiri online. Yang saya prioritaskan adalah teman saya sendiri agar bisa mendaftar mandiri online. Semua selesai giliran saya menghadap CS mandiri. "Halo mas, saya ingin mengupgrade aplikasi mobile banking terbaru dan.........  bla bla", tanya saya. "Maaf mas kalo sudah pernah mendaftar mobile banking, silahkan unduh saja aplikasinya di playstore" Jawab CS. Jiaahhh kalo tahu begitu mah saya tidak usah ke sini aja haha. Ya sudah rezekinya teman saya tuh yang sekali daftar langsung jadi.

Waktu sudah berlalu,  saya cek kembali di saat waktu luang. Saya coba unduh aplikasi mandiri Online di playstore dan sudahbterinstal lalu saya buka. Kemudian saya mengisi Nama. Id dan password mobile banking terdahulu. Dan ternyatah Password dan Id yang saya masukkan gagal terus hmmmm. Saya kira pasword dan id aplikasi terbaru ini sama dengan aplikasi m banking lama ternyata berbeda.

Beberapa bulan kemudian ini baru saya ngeh. Saya utak-atik aplikasi tersebut. Ada tampilan aktifasi. Nah, baru ngeh kan selama berbulan-bulan baru dapat ilham haha. Oke saya utak atik nih:

1. Masuk menu "Aktifasi"
2. Masukkan nomor yang berjumlah 16 pada kartu ATM kita.

3. Masukkan bulan dan tahun expired kartu ATM kita.
4. Masukkan ID, password dan e-mail untuk Mandiri Online
5. Dapat sms notifikasi ANDA BERHASIL Aktifasi Mandiri Online.

*Jangan lupa nomor HP yang terdaftar di Bank terisi pulsa. Biaya Rp. 550/sms operator

Ternyata mudah ya aktifasi mandiri online di smartphone kita tanpa harus kembali ke cabang bank. Untuk meyakinkan bahwa mandiri online ini sudah bisa bertransaksi maka saya coba mentransfer ke rekening bank lain yang bukan punya orang lain. Dan berhasil Yes!  Cuma maaf saya tidak bisa menscreenshot di mandiri online ini karena terproteksi tetapi untuk struk transfer sudah ada opsi unduhnya kok. Cuma sayang banget aja ya tidak bisa screenshoot, secara lebih simpel untuk bukti pembayaran via online.
Hasil unduh transfer dari mandiri online

Saat ini saya memakai dua aplikasi mobile banking lama dan mandiri online. Saya pakai dua biar bisa membandingkan mana yang lebih sederhana dalam pemakaiannya.

Demikian, semoga artikel ini bermanfaat untuk sobat-sobat yang memiliki atau yang hendak mengupgrade dari m banking ke mandiri online. Bila dari awal belum memiliki m banking maka wajib adanya harus ke bank cabang untuk aktifasinya.

Membayar transaksi dengan E Cash di Bukalapak

Iseng-iseng pembayaran via e cash mandiri di bukalapak. biasanya pembayaran melalui transfer dan transfer tetapi itu kan udah biasa sob, apa gak ada sistem pembayaran lain lagi yang saya kuasai hhe. Iya itu dia saya mencoba melakukan transaksi via e cash mandiri yang tidak sulit pokoknya simpel dan mudah.

E cash mandiri ini bisa sobat unduh aplikasinya di playstore android. E cash ini bisa digunakan bagi yang tidak memiliki rekening bank mandiri, nomor rekeningnya diambil atau yang kita punya itu dari nomer smartphone yang kita pakai, simpel bukan?

Nah, saya akan menjelaskan kepada sobat tentang yang telah saya lakukan transaksi di bukalapak dengan opsi pembayaran melalui e cash mandiri.

1. Barang sudah dikeranjang dan sudah masuk pembayaran.
2. Pilih transaksi melalui e-cash mandiri.


3. Masukkan no. Hp/smartphone yang terdaftar di e-cash mandiri dan PIN-nya
4. Sobat akan mendapat sms yang berisi kode OTP dari bank Mandiri, lalu masukkan atau isi di kolom OTP sebanyak 6 digit
5. Tansaksi e cash sukses dan barang siap dibungkus oleh pelapak sobat.

Ouh iya, mengapa saya membuka  atau mendaftar di e cash? Karena sebelumnya saya hendak memesan tiket kai di aplikasi Tokopedia, berhubung pengisian saldo di aplikasi tersebut sedang terkendala karena adanya aturan keuangan BI jadi saya sulit sekali untuk mengisi saldo di toped.
Pilihan pembayaran via toped
Sedangkan pembayaran yang lainnya saya tidak tertarik karena via kartu kredit saya tidak punya, Klik BCA tidak punya, Virtual Akun mandiri tidak ada (sedang Virtual Akun bank bni, bri dan lainnya tersedia). Maka saya coba saja mengunduh e cash. Dan ternyata berhasil. Di mandiri mobile saja saya bisa transfer ke e cash. Jadi misal hendak pesan kai via tokopedia tinggal transaksi via e cash saja selama tokopedia masih belum bisa diisi saldo.

Sms OTP dari bank mandiri ke e cash sebesar Rp.  550/sms. Jadi saldo pulsa ada minimal harus terisi untuk 2 kali sms  dalam sekali transaksi.
Struk transaksi sukses. (e cash tidak dapat di screenshot)


Demikian sobat transaksi melalui e cash mandiri dari saya semoga bermanfaat.

HP Mimin ketinggalan di Kost-an?

HP Mimin ketinggalan di Kost-an?

Ini kejadian baru tadi pagi. Ini kejadian lucu menurut mimin. Kalau menurut Sobat gimana ya hmm..

Di sini bercerita gue bareng teman gue yang sekamar berdua aja di kost. Saat pagi yang cerah itu, mau ambil hp dari chargeran yang nempel di terminal samping kasur ranjang gue. Gue liat-liat kok di terminal ada hp mirip punya gue, secara di terminal ada 3 hp yang sedang di charge, gue ambil yang punya gue aja pas itu jadi tinggal 2 yang sedang charge. Gue mo nanya ke si teman gue panggil aja si Tom namanya. Cuma waktu itu si Tom lg gak ada di kamar.

Gue langsung cabut aja keluar kost dan gue makan dulu di tempat makan. Nah, pas di mobil, gue naik lalu duduk kemudian beberapa menit kemudiam si Tom nyusul naik mobil yang sama, dia duduk di bangku depan gue, sedang gue di belakangnya dia. Dia nengok ke gue dan dia bilang ke gue dalam bahasa Inggris gaul, "Hey you, this is your f***in' phone, you left your phone in the room!" ngomong sambil nyerahin hp ke gue di hadapan teman-teman gue juga yang duduk bersebelahan. "maksudnya apa ini Tom? Ini hape punya siapa? Punya gue ada di tangan gue kok, ini liat hp gue ada 😬, lu mau ngasih gue hp baru lagi?" gue jawab sambil ketawa.

Si Tom bingung, "So, ini hp punya siapa di kamar yang ada di colokan kamar tadi?". " buahahaaaaaaa", semua orang di sekitar pada ketawa termasuk si Tom hha.

"Lu dulu begal motor orang, skr lu begal hape orang?  Ckckckck" gue ngobrol sambil bercanda. "iya nih gw jadi begal lagi nih yang kedua hha" jawab si Tom. Begal di sini bukan asli ya bro, begal motor itu dulu bukan begal beneran, gini ceritanya. Dia salah motor waktu pinjem ke temannya, lagian pas di masukin kunci ke motor orang bisa masuk hadeuhhh dan saat itu si Tom juga kagak tau motor yang mana yang punya temannya, jadi hanya coba-coba aja hha. Oke selamat beruntung aja buat teman ane yang satu ini semoga beruntung di kemudian hari 😬


Perjalanan Asam Manis Pendakian Bukit Sikunir Dieng

Mimin masih belum bisa move on dengan bukit sikunir Dieng yang letaknya berada di Kab. Wonosobo. Pokoknya Dieng itu unik berada di beberapa Kabupaten, ada yang dipunyai Kab. Wonosobo, lalu dipunyai Banjarnegara juga. Lebih banyak masuk ke wil. Banjarnegara di banding wil. Wonosobo. Tetapi letak menuju ke sana lebih dekat dari Wonosobo, nah bisa rebutan wilayah dong hhe, nggak lah sob ya.
Lihat golden sunrisenya?  harus kesini kembali nanti ya hhe

Nah, mimin kan baru pertama kali ke Dieng jadi mimin sebelum naik ke sikunir mimin waktu sore harinya sudah ngecek tempat dulu, waktu menuju ke sana alhamdulillah mimin naik motor sewaan dari penginapan sebetulnya sih jalan kaki juga bisa cuma mimin gak mau kecapekkan nanti. Sebetulnya sepanjang jalan bisa menikmati pemandangan alam yang indah. Melewati hamparan kebun dengan petaninya yang sedang bekerja lalu melewati bangunan PLTU yang pipa-pipanya banyak sekali, lalu mimin melewati desa tertinggi di pulau Jawa yaitu desa Sembungan. Tahu nama Sembungan soalnya ada di gapura selamat datang.

Saat masuk ada loket tetapi sore itu tidak ada penjaganya, mungkin penjaganya sedang apa gitu bisa bertani atau bisa sedang tidur dulu hehe persiapan jaga loket saat waktu shubuh. Secara yang mau ke sikunir kan waktunya subuh. Masuk lagi ke dalam mimin menelusuri penginapan-penginapan dan perkebunan kentang lagi, dan mimin menelusuri jalan berikutnya melewati dan mendapati telaga cebong yang mimin tahu tempat itu adalah tempat berkemah, atau camping ground di tepi telaga cebong. Suasana di sini dingin dan sepi banget tidak ada wisatawan atau pun pengunjung yang berkemah dan warung-warung stan pun tidak ada yang buka, semua pada puasa bagi yang berpuasa. Maklum lah saat ini bulan puasa jadi sepi-sepi dingin gimana gitu hhe.

Mimin menikmati waktu di sini hanya sebentar saja dan tidak melewatkan berfoto di tembok bertuliskan "Sikunir" di awal pendakian ke Sikunir tapi tidak ada posnya kok hanya warung-warung yang tutup saja do sekitarnya. Oke sampai ketemu kembali di waktu shubuh ya bukit sikunir dan telaga cebong, daah. Mimin bertolak kembali ke penginapan di Losmen brrrrrmmm sambil menggas motor maticnya hhe.

Mimin tidak langsung ke penginapan ternyata, sepanjang jalan menuju losmen bu Djono mimin menikmati kehangatan warganya yang ramai. Banyak pedagang kaki lima yang buka stan di pinggir jalan sepanjang tempat wisata Dieng. Para pembeli dari masyarakat itu sendiri sedang mencari makanan pembuka di saat buka puasa pastinya. Mereka yang berjualan yaitu merek menjual gorengan, batagor, ayam goreng, dan takjil yang lainnya yang maaf tidak disebutkan di sini. Tapi mimin akhirnya beli makanan di alfa**** juga hadeuh. Jauh-jauh ke sini belinya tetap aja di alfa hha, bukan apa-apa, mimin beli air minum aja kok di sana dan beberapa roti saja hhe. Mimin juga beli takjil juga di pinggir jalan.

Menelusuri sambil ngabuburit, mimin menikmati kesendirian ini bercampur baur dengan masyarakat di sini. Walau mereka melihat mimin seperti menganggap mimin sebagai wisatawan, ya wajar mereka pasti bisa membedakan mana yang warga asli sini dan yang bukan. Maghrib tiba mimin capcus ke penginapan, mo shalat tarawih tapi badan pada ngilu dan lupa bawa sarung ya sudahlah ngejoprak di kasur saja itung-itung mempersiapkan menuju bukit sikunir di waktu shubuh.

***
Entah jam berapa, saat tidur tetcium bau kentut, mimin coba cium ke bawah ternyata tidak ada bau, tadinya mau mimin omelin tuh yang di bawah jangan lama-lama baunya. Eh ternyata bau itu berasal dari langit, kok dari langit?  Iya dari kawah yang dekat anginnya menghembus ke penginapan jadi asap belerangnya masuk ke sampai ke penginapan dan membangunkan mimin yang sedang tidur pulas.

Weker berbunyi di smartphone, kring. . . Kring. . . Kring. . . Waktu sudah jam 03.00 wib Dieng. Mimin bangun dan mempersiapkan pendakian, mimin keluar kamar dan ke kamar mandi luar ingin buang hajat. Beuuuuhhhh mimin kaget saat basuh, airnya dingin bet bak kulkas, kayaknya air di sini pada awet mana mau orang mandi sedingin ini huhuee. Kecuali pakai air hangat baru berani mandi. Udah lah gak usah lama-lama di kamar mandi, biasa lama di KM jadi paming bentar kalo di sini. Mimin turun ke lantai 1.

"Mas mimin mau pakai motor dulu yang mimin sewa dari kemarin" mimin basa basi ke penjaga losmen. Penjaga losmen ngerti langsung membuka pintu dan membiarkan mimin tuk keluar penginapan. Mimin mau puasa hari ini, jadi mimin tidak langsung berangkat ke sikunir. Mimin beli nasi dulu di warung sebelah, waktu mimin ke warung sebelah lumayan lama juga secara yang punya sedang atau masih di rumahnya, yang jaga si bapaknya di dalam, oke mimin tunggu saja di luar.

Mimin minta nasi kucing besar kalo ada tapi tetap porsinya nasi nasi kucing juga, terus telor mata sapi besar kalo ada tapi tetap telornya satu lalu satu lagi apa jadi lupa. "Berapa bu semua?" tanyaku,"25 ribu mas" jawab si Ibu. Oke saya bayar cash 25 ribu kembaliannya simpan saja ya bu. Mimin bawa langsung bingkisan nasi ke motor. Waktu masih jam 4 kurang, mimin langsung meluncur menuju bukit sikunir brrrrrmmm. . . .

Mimin meluncur melewati pintu telaga warna, cuma lewat aja tidak masuk hhe. Lalu melewati jalan ke kawah sikidang, ini juga tidak masuk jalan sikidang ya, lalu melewati rumah perkampungan penduduk. Suasana shubuh ini sangat dingin, sepi ku sendiri ingin kupecahkan saja gelas biar ramai! Nah, setelah melewati rumah penduduk, mimin melewati perkebunan dan PLTU di sini keberanian mimin diuji. Sepi dan berada seperti di hutan yang di jalan tidak ada lalu lalang, mimin berfikir positif saja semua setan terbelenggu di bulan ramadhan ini. Tapi tetap bulu kuduk berdiri hiks. Yang bikin horror itu kabut, kabut menutupi pandangan sekitar, mimin hanya bisa melihat jarak ke depan hanya 2-3 meter saja selebihnya tertutup kabut asap yang berdatangan melewati mimin, shubuh yang mencekam, mimin melaju dengan kecepatan yang terbatas pula karena kabut. Mimin takut masuk jurang saja saat kabut ada di sekitar dan pandangan terbatas, jalan yang meliuk-liuk dan naim turun membuat adrenalin meninggi. Mimin gak abis pikir bila ke sikunir jalan kaki sendiri, dan suara-suara binatang yang tiada henti. Misal ada anjing di depan dan sedang jalan kaki waduh bisa berabe secara mimin takut ma anjing.

Segala puji Tuhan, akhirnya mimin sampai juga di gapura selamat datang di Desa Sembungan, desa tertinggi di pulau Jawa. Nah, mimin di sini hampir saja nyelonong karena kabut kali ya, tapi si bapak penjaga loket menyetop motor mimin, "setop pakai isyarat tangan", mimin berhenti di loket, mimin bayar 10ribu, dan diperbolehkan masuk desa sembungan. Suasana jalan yang sepi dan dingin menjadi pengalaman tersendiri bagi mimin. Lalu melewati kebun dan melewati jalan yang berkelok-kelok yang cukup untuk satu badan mobil saja tetapi aspalnya mulus. Tiba di warung-warung atau pendakian sikunir.

Ternyata di sini sudah ada beberapa orang yang sudah siap mendaki ke sikunir. Ada yang dari rombongan 6 remaja asal Jogja, dan ada pula orang sekitar yang bertiga siap mendaki. Mimin hanya sendiri saja, ingin kupecahkan gelas biar ramai hiks. Tidak apa lah, mimin memang mencari ketenangan di sini (padahal pengen ada teman bhaha).

Danau telaga cebong shubut itu tidak nampak terlihat jelas. Dan pendakian ke bukit sikunir ini tidak kurang dan tidak lebih dari 800 meter. "Pendek ya" dalam hati bicara, tetapi tetap dag dig dug karena belum tahu treknya seperti apa, pokoknya jangan anggap remeh. Ouh iya, mimin bawa bingkisan nasi. Mimin tawarkan basa basi saja ke kelompok Jogja, eh ternyata mereka jawab mereka tidak berpuasa, ouh begitu ya, gak ada yang nemenin donk mimin. Di sini juga ada warung yang buka hanya satu warung saja tapi mimin tidak mampir ke sana karena persediaan air sudah ada, mimin parkir saja di sini di dekat yang punya warung.

Mimin sebetulnya belum berani sendiri ke atas soalnya gelap, lah padahal sudah bawa penerangan kok mimin ini, bukan begitu mimin pengen bareng yang bareng rombongan Jogja aja, gpp mengganggu mereka. Waktu naik ke atas si rombongan Jogja ngos-ngosan juga, akhirnya mereka berhenti di jalan yang nanjak tersebut. Dari pada nunggu mereka, mimin pamit duluan dari mereka dan mimin mengejar yang rombongan orang lokal tadi, jadi mimin tidak sendirian hhe secara mimin takut tersesat di jalan menuju sikunir ini. Perjalanan ke atas ini bukan tanpa hambatan lho, mimin keringat dingin lah, kayak mau muntah karena bis makan langsung mendaki ke atas. Mimin berharap angin dari dalam tubuh keluar supaya tidak keringat dingin lagi. Lalu sakit perut tiba-tiba yang membuat pingin buang hajat, hadeuh pokoknya menyiksa bangeud dalam perjalanan ke atas itu. Tapi mimin tidak begitu saja menyerah, laki gitu. Akhirnya sampai juga di atas. Nah, rasa mules sedikit reda, tetapi mimin kedinginan di atas karena keringet dingin itu, waduh banyak sekali ya cobaannya, kalo ada partner mungki bisa membantu mengoleskan minyak angin dan memijat mimin hiks.

Mimin diam sejenak dan perlahan-lahan mimin rasa mules dan rasa dingin pun sedikit hilang. Pendaki yang tadi dari Jogja akhirnya sampai juga, dan beberapa menit kemudian kok banyak juga yang ke atas wah jadi rame sekali padahal mimin belum memecahkan gelas lho hhe.

Perlahan-lahan, gunung sindoro menampakkan diri waktu tersebut. Tetapi tanda-tanda matahari terbit masih diragukan. Kabut yang masih menyelimuti gunung tersebut membuat matahari tertutup bahkan tidak nampak, matahari tidak mampu menembus cahayanya ke bukit sikunir, karena tertahan oleh kabut yang ada di dekat gunung sindoro. Jadi kami menikmati gunung sindoro yang mengeluarkan asapnya dari kawah. Dan kami menikmati negeri di atas awan kok, seakan-akan kami berada di atas awan, memang tidak ditemani matahari terbit. Mungkin mimin memang harus kembali kesini di kesempatan lain waktu, mungkin bisa kembali ke sini dengan tidak seorang diri ya, bisa dengan teman-teman atau dengan mahkluk yang spesial ciee. . .  (cie sendiri huaha).

Waktu sudah agak terang, mimin tidak sadar bahwa di atas pun ada banyak kamar WC umum, tetapi saat itu rasa mules mimin sudah reda jadi belum mencoba WCnya. Di bukit lainnya juga, ada tenda yang bermalam di sini. Mungkin mereka berkemah disini tuk menikmati sunrise juga, ya iyalah pastinya, masa nunggu kebon hhe. Di sisi lain dari atas sikunir ini, mimin menikmati bukit yang seluruhnya hampir digunakan untuk kebun jadi terlihat garis-garis pematang kebun yang tertata rapi. Segala puji bagi Mu, Engkau telah memberikan negeri ini menjadi negeri yang indah alamnya, mimin sangat bersyukur bisa kemari melihat sebagian kecil dari keindahan-Nya.

Tips Persiapan menuju Sikunir menurut mimin.

- Persiapkan baju hangat dan Jaket, jangan lupa bawa penerangan senter atau headlamp.
- Pakai alas kaki yang bisa mencengkeram tanah, karena tanah licin dan berbatu. Kalo pakai sendal capit terserah deh kalo sobat udah ahli hhe. Jalan di atas lumayan ada spot yang curam lho walaupun sebagian besar sudah di tata jalan menuju atas.
- Pantang makan yang membuat sakit perut sebelum mendaki, rasa mules yang di rasakan mimin sangat-sangat menganggu.

Saat turun kembali ke bawah, mimin mendapati pasangan korea lah, yang turunnya lama beud karena masih manja-manjaan. Sampai di parkiran mimin bayar parkir 5ribu dan siap meluncur ke destinasi lainnya.

Yang jadi inspirasi saya yaitu pasangan belanda yang lebih suka jalan kaki ketimbang naik motor. Dari sikunir menuju wisata utama yang berjarak kurang lebih 5 km mereka nikmati bersama, asyikkk. Kalo mimin mending naik sepeda saja deh, lebih sehat dan lebih sedikit cepat ke tempat yang dituju berikutnya, bila ada penyewaan sepeda. Kalo jalan kaki sendiri takut ada anjing yang lewat. Kalo begal mah di sini pastinya tidak ada hhe.

Yang terlupakan yaitu, mimin tidak mendapati bocah gembel bocah yang berambut gembel, pada kemana yak?  Apa lagi pada tidur, kalo ada mimin pengen foto bareng deh hhe.

Untuk biaya ke Dieng Banjarnegara dan Wonosobo lihat saja pengalamannya di bawah ini.

Backpacker sendirian ke Dieng saat bulan Puasa

Tidak Usah Pusing Unduh Mandiri Mobile Di Mana

Halo Sobat semua, mimin kemarin terkendala dengan aplikasi Mobile Banking Mandiri. Bukan aplikasinya yang error tetapi kecerobohan mimin saja yang mereset smartphone mimin kembali ke semula alias reset pabrik. Gara-gara itu mimin jadi kelabakan waktu akan transaksi mobile banking karena aplikasinya ikut hilang juga di smartphone mimin.
Menu dalam mandiri mobile
Sebetulnya gampang cara pertama yaitu minta aplikasi tersebut ke teman dengan aplikasi share it. Cuma sekarang kan sedang liburan, jadi mimin susah juga nyari teman yang punya aplikasi tersebut, nyari dari keluarga juga mereka tidak punya. Mencoba mencari di playstore memang sudah tidak tersedia, yang ada mobile online yang pernah mimin coba dan hasilnya gak bisa log in juga. Mau ke Bank yang dulu ngasih aplikasi ini lewat share it juga jauh jaraknya. Banyak alasannya yak mimin hha.

Setelah merenung dan bertabayun, asyik bertabayun gitu ya hhe. Mimin mencoba mencari aplikasi mobile banking mandiri di situs yang menyediakan aplikasi tersebut. Mimin sudah ambil resiko juga, bila bukan mengambil bukan dari yang resmi kayak playstore atau applestore lainnya pastinya rawan malware kan. Mimin searching di gugel dan akhirnya Jreng. . .  Jreng. . .  Jreng. . . Yes, dapat juga aplikasinya yuhuu. Mimin dapat aplikasi tersebut di situs jalantikus.com. Mimin unduh saja aplikasi tersebut dengan segala resiko mimin terima saja. Mimin pasang dan berhasil. Aplikasi tersebut berjalan normal seperti biasanya. Trims buat situs jalantikusdotcom ya yang menjadikan mimin tidak galau lagi nyari aplikasi banking ginian.
Cari apliaksi via gugel
Menurut info yang berseliweran, mobile banking mandiri yang terbaru memang sudah ada di playstore, namanya mobile online dan katanya menu di dalamnya lebih lengkap cuma di komen komen yang ada di playstore banyak yang mengeluh dengan aplikasi tersebut termasuk mimin juga yang gak bisa log in. Akhirnya mimin masih pakai aplikasi yang lama saja dari mandiri yang kata orang juga lebih simpel dan ringan. Semoga saja mandiri online lebih baik lagi dan lebih baik dari aplikasi mandiri mobile. Jadi mandiri mobile masih terpakai saat ini karena mandiri online yang baru masih belum banyak yang mengerti dalam pemakaiannya termasuk saya hhe. Pokoknya perlu bantuan pihak bank saja, mimin juga belum sempat ke ca bank karena terkendala waktu yang masih belum memperkenankan ke bank.

Demikian pengalaman mimin saat ini semoga bermanfaat tuk sobat-sobat ya. Selamat sore.