Berakhir Pekan di Waterboom Tirta Jaya Haurgeulis Indramayu

Tiba hari Sabtu pagi. Teman kerja, saya dan murid-murid teman saya meluncur ke waterboom. Setelah pekan kemarin di sekolah mereka belajar teori berenang dan ketika akhir pekan ini anak-anak belajar praktek berenang.
Gambar:Coach Bambang sedang memberi arahan kepada anak-anak

Saat tiba di waterboom, anak-anak terlihat dari raut wajah mereka sangat gembira. Saya pun waktu kecil yang namanya main di air pasti rasanya sama seperti mereka. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata(haha). Dan sekarang pun saya akan bermain air.

Sebelum nyemplung ke air, sabar dulu yak! Harus pemanasan dulu. Kepala, tangan dan kaki digerakkan agar nanti saat di air tidak mengalami kram. Setelah selesai pemanasan anak-anak langsung nyemplung ke air jebburrrrrrrrr. Wah kena cipratan air kolam. Saya belum sempat buka baju pula, tidak apa-apa kena sedikit air yang penting hepi.

Gambar: Seorang anak sedang menampilkan keahliannya
Dalam teori berenang di kolam air yang pertama saya tahu dari coach renang adalah mengenal air yaitu masuk ke dalam air. Kedua menahan napas dan masuk ke dalam air. Disini momen paling seru, anak-anak dites perorangan dihitung berapa menit mereka mampu bertahan menahan napas di dalam air.

Rata-rata mereka hanya mampu bertahan sekitar 10 detik dan terbaik sampai 30 detik, lucunya mereka sampai ada yang batuk-batuk, ada yang tidak mau memasukkan kepala mereka ke air haha. Disini mereka belajar teori tentang mengenal air dengan sukses.

Nah, di kolam waterboom ini termasuk baru dibangun. Waktu kami masih suka bermain bareng, kami dan teman-teman sering berenang di waterboom Pamanukan, waterboom kota Subang dan sekitarnya. Mungkin bila dulu sudah ada waterboom di sini kami tidak akan pergi ke waterboom yang disebutkan di atas, cukup bermain di waterboom Haurgeulis saja hehe.

Gambar: 2 Baywatch sedang mengawasi anak-anak di kolam
Waterboom ini mempunyai beberapa kolam. Ada kolam yang dangkal untuk balita, kolam kedalaman sedang untuk anak di atas 5 tahun dan kolam standar 2 meter untuk orang dewasa dan untuk yang bisa berenang tentunya.

Di tengah kolam terdapat patung yang bergambar batang bambu (haur) dan kendi. Kendi sedang mengisi air ke dalam bambu. Saya tidak tahu apa maksudnya tapi terlihat indah kok saat kami melihatnya. Hitung-hitung sebagai hiasan tambahan dari waterboom ini.

Perosotan ada 3 buah, yang satu perosotan melingkar dan sisanya perosotan lurus ke kolam. Banyak anak-anak yang memakai perosotan lurus karena terlihat mudah dan tidak menakutkan seperti perosotan yang melingkar.

Untuk masuk ke waterboom ini, harga tiket hanya IDR 15000 hari biasa dan 20ribu hari Minggu. Lumayan harga sangat terjangkau untuk keluarga yang ingin berakhir pekan di tempat sekitar tanpa perlu pergi jauh ke Subang atau pun ke pamanukan.

Lokasi waterboom ini mudah dijangkau kok! Waterboom ini berada di jalan raya Patrol-Haurgeulis. Bila dari Patrol Indramayu cukup naik angkot warna kuning, angkot warna kuning ini satu-satunya trayek angkot di jalan Patrol-Haurgeulis. Bila dari stasiun Haurgeulis tinggal jalan ke depan tidak usah menyebrang cukup cari angkot kuning arah ke Patrol. Tapi angkot disini masih jarang, bila ingin naik angkot agar sabar ya.

Gambar: Stasiun Haurgeulis, Indramayu
Waktu sudah siang, anak-anak masih antusias bermain di air, mereka tidak kenal waktu bila sudah bermain di air. Guru olahraga akhinya membunyikan peluit tanda bermain air selesai. Dengan susah payah menyuruh mereka untuk berhenti, akhirnya ada hasilnya sekitar setengah jam baru anak-anak berhenti dan mereka mandi di pembilasan.


Demikian liburan akhir pekan kami di Waterboom Tirta Jaya, Haurgeulis. Sangat menyenangkan sekali apalagi anak-anak hehe. Sebenarnya waterboom ini terdapat di kec. Cipancuh tapi biar lebih dikenal maka saya menyebutkan tetangganya yakni kecamatan Haurgeulis.
Gambar: Perosotan melingkar

Gambar: Halaman depan Waterboom Tirta Jaya, Cipancuh Indramayu

Nih buat jajan

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Berakhir Pekan di Waterboom Tirta Jaya Haurgeulis Indramayu"